Nusa Selayar: Sejarah dan Kebudayaan Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara

Spesifikasi Buku:

  • Judul: Nusa Selayar: Sejarah dan Kebudayaan Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara
  • Pengarang: Ahmadun
  • Penerbit: Rayhan Intermedia
  • Sampul: Hard Cover
  • Ukuran 14 x 21 cm
  • Tebal: 430 hlm

Sinopsis Buku:

Kabupaten Kepulauan Selayar (Pulau Selayar) dalam Sejarah Nusantara, memiliki arti penting terutama dalam aktivitas perdagangan maritim. Sejarawan Maritim ternama Indonesia, Edward L. Poelinggomang saat memberi kata pengantar buku karya Ahmadin berjudul “Pelautkah Orang Selayar?” menulis bahwa Masyarakat Selayar telah lama terlibat dalam dunia perdagangan maritim. Menurut dosen Sejarah Universitas Hasanuddin dan alumni Vrije Universitet Amsterdam, Belanda ini, ketika Vietnam mendapat serbuan dari Cina abad ke-2 SM, penduduknya melarikan diri dan berlayar dengan produk budayanya yang terkenal, yakni nekara dan tiba di Selayar. Kapan kehadiran pelarian dari Vietnam itu di Selayar belum dapat diketahui dengan pasti. Namun bukti kehadiran mereka itu adalah ditemukannya Nekara, tipe Heiger IV di Selayar.

Kenneth R. Hall yang pernah mengkaji kegiatan perdagangan pada periode awal, juga menyatakan bahwa pada ke-13, wilayah kepulauan ini (Selayar) berada dalam Zona Perdagangan Maritim Laut Jawa yang berada dalam hegemoni Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

Dalam naskah Negara Kartagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1364, Selayar juga dikisahkan dihampiri dan disinggahi oleh armada dagang Majapahit yang melakukan perdagangan maritim di kepulauan ini.

Bukti lain mengenai peran penting Selayar dan hubungannya dengan dunia luar, yakni hasil pengamatan terhadap temuan fragmen-fragmen keramik di Gantarang Lalang Bata Selayar diketahui berasal dari Dinasti Yuan (abad XIII dan XIV). Pun dalam naskah hukum perdagangan dan pelayaran “Ammana Gappa”, menyebut Selayar sebagai salah satu tujuan niaga. Bahkan hasil riset C. Heersink, menyebut Selayar sebagai penghasil emas hijau (kelapa) yang membuat daerah ini penting dalam aktivitas ekonomi (perdagangan).

Lalu bagaimana dinamika masyarakat lokal di Selayar dan hubungannya dengan dunia luar di masa lalu?. Buku ini membahas sejarah kerajaan-kerajaan di Nusa Selayar, masuk dan berkembangnya agama-agama, hubungan Selayar dengan dunia luar, kuasa kolonial di Selayar, gejolak politik pasca proklamasi kemerdekaan, dan perkembangan pemerintahan dari daerah otonom menjadi kabupaten.

 

7 thoughts on “Nusa Selayar: Sejarah dan Kebudayaan Masyarakat di Kawasan Timur Nusantara

  1. Prabu Jatmiko berkata:

    Buku yang sangat bagus. Ternyata Majapahit punya hubungan dengan masyarakat di Pulau Selayar

  2. Widya Larasati berkata:

    Apakah Kerajaan Majapahit juga menguasai Selayar atau hanya terikat hubungan dagang? Mengingat Pulau Selayar (Nusa Selayar) adalah penghasil kopra. Juga Selayar berada di jalur rempah Nusantara

    1. Bima Danuarta berkata:

      Hubungan Selayar dengan Buton juga tersaji dalam buku ini

    2. Nur Laila berkata:

      Apakah buku ini juga membahas hubungan Selayar dengan dawrah lañ

  3. Bima Danuarta berkata:

    Membaca buku ini menyuguhkan informasi ke kita bahwa di Kepulauan Selayar juga pernah berdiri dan berkembang beberapa kerajaan

  4. Nur Laila berkata:

    Dari buku ini terjelaskan asal usul orang Selayar serta siapakah orang Selayar itu?. Juga warisan budaya masyarakat Selayar

  5. Ineke Kosherawati berkata:

    Buku ini membahas sistem kepercayaan dan masuknya agama-agama di Pulau Selayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *